Kenali, Pahami Anak Kita

Bismillahirrahmanirrahiim

 

Prinsip ke Dua dari Sembilan Prinsip Perjalanan Menjadi Orangtua

 

 

Prinsip pertama ada di postingan sebelumnya ya.

  1. Kenali, Pahami Anak

Mengenali dan memahami anak adalah salah satu kebahagiaan sejati dan tantangan berat dari proses menjadi orangtua. Orangtua memahami anak lewat mengamati, berinteraksi, dan berbagi cerita dengan anak. Memahami bagaimana anak berpikir, berkembang dan memiliki pengalaman-pengalaman dengan dunia memudahkan orangtua membuka pandangan tentang anaknya.

 

Mengapa Perkembangan Anak itu Penting?

                Penelitian tentang perkembangan anak oleh para ahli mengajarkan kita, bahwa:

  • Anak mengalami beberapa tahap pertumbuhan yang bisa diprediksi. Memakai botol susu sebelum gelas.
  • Keberhasilan anak di step B terlewati setelah Step A. Babbling sebelum bisa berbicara. Kepercayaan adalah dasar kemandirian. Tahapan-tahapan ini tak boleh dipercepat dan dilangkahi.
  • Setiap anak mempunyai jadwal tahapan perkembangan yang berbeda, meskipun ada jadwal anak pada umumnya. Chelsea bisa mulai melangkah di umur delapan bulan, sedangkan Jack mulai belajar melangkah di umur lima belas bulan. Pun Chelsea mungkin bisa mulai mengoceh di umur delapan belas, sedangkan Jack di umur sebelas bulan. Mengetahui parameter pertumbuhan anak pada umumnya bisa membantu orangtua untuk menerima perbedaan perkembangan masing-masing anak.
  • Perkembangan anak tidak linier. Ketika anak menguasai satu skill biasanya anak melupakan skill yang sebelumnya sudah dikuasai.
  • Ketidakseimbangan adalah bagian normal dari perkembangan. Anak yang baru memulai bermain dengan teman-temannya bisa jadi kemudian menjadi agresif. Memahami bahwa anak berjuang untuk belajar bisa membantu memahami masa-masa sulit anak, lalu mendukungnya.
  • Kesalahan adalah bagian normal dari perkembangan. Anak akan membuat banyak kesalahan sebelum menguasai kemampuan baru.
  • Anak tumbuh dalam variasi aspek di waktu yang sama . seorang anak yang duduk membaca bersama kakeknya sedang belajar sekaligus empat hal. Secara kognitif, dia sedang belajar Bahasa dan konsep dalam buku. Secara emosional, dia belajar mempercayai kakeknya. Secara social, dia belajar untuk bergiliran berbicara. Dan secara fisik, dia belajar membalik halaman dengan jari-jarinya.
  • Mempelajari perkembangan anak memberikan orangtua kesempatan untuk mendukung mereka. Ketika orangtua paham anak berusia empat tahun merasa bisa melakukan pekerjaan rumah, orangtua bisa memberikannya spon untuk membantu cuci piring atau menolong untuk merapikan buku-buku.

 

Di postingan selanjutnya, in syaa Allah dilanjutkan lebih spesifik lagi bagaimana mengenal keunikan masing-masing anak. Thanks for reading 🙂

 

( This post is a translation from a book, Becoming The Parent You Want To Be by Laura Davis and Janis Keyser)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *