Menggemakan Mimpi dan Harapan Seorang Mahasiswa #1

 

Nama saya Pendi Setiawan.

Dulu, saya sama sekali tak ada niat untuk kuliah. Kenapa? Saya melihat banyak sekali sarjana yang hanya menganggur. Saya sering bertanya kepada diri saya sendiri, “Untuk apa saya kuliah? Kalau ujung-ujungnya hanya jadi pengangguran?”

 

Lulus Sekolah Menengah Kejuruan di salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah, saya kembali berpikir, “Kalau saya tidak kuliah, lantas saya bikin apa?” Pikiran lainpun berkata untuk kerja. Kuliah atau kerja? Pikiran dan pertanyaan saya bertambah.  Saya mencari-cari jawaban dari mereka yang sudah sarjana dan mereka yang bisa kerja tanpa menjadi sarjana. Muncul lagi pertanyaan baru di kepala saya, berubah sudut pandangnya, “ Mereka yang tidak kuliah saja bisa kerja, apalagi yang kuliah, yang sarjana. Betul tidak?” Saya semangat. Saya ingin kuliah.

 

Saya mengutarakan keinginan ini kepada kedua orangtua saya, bahwa saya ingin kuliah. Saya ingin terus belajar. Namun, orangtua saya tak mampu menyanggupi keinginan saya. Bukan karena tak mau. Orangtua saya tak mampu. Apalagi jika bukan masalah ekonomi. Mereka tak mampu membiayai saya. Saya pun tak bisa dan tak mau memaksa orangtua. Tapi, saya tak lantas putus asa.

 

Saya memutuskan mencari kerja. Saya harus bisa mengumpulkan biaya kuliah. Alhamdulillah, dua tahun bekerja, saya bisa menabung biaya pendaftaran kuliah. Saya kembali meminta izin kepada orangtua saya untuk merantau ke Palu dan melanjutkan kuliah. Orangtua pun akhirnya mengijinkan.

 

Saya mencari info tentang jurusan Teknik Informatika, yang menjadi ketertarikan saya sejak SMK. Saya menjatuhkan pilihan ke kampus saya yang sekarang, salah satu Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer di kota Palu.

 

Besar harapan saya dapat memperbaiki kehidupan kedua orangtua saya, keluarga saya. Saya ingin berguna untuk orang lain. Saya tak ingin menambah benalu di negeri ini. Saya akan terus menambah ilmu, belajar lagi tentang teknik informatika, jurusan yang telah saya pilih. Dengan tidak menyerah dan terus belajar, dan berdoa, saya percaya saya mampu menjadi orang sukses untuk memajukan Bangsa. In syaa Allah.

 

(Saya berpikir untuk membuat small project menggemakan mimpi dan harapan ini, bahkan setelah seminggu saya memberi tugas mahasiswa-mahasiswa saya untuk menceritakan tentang diri mereka, apa saja yang ingin mereka tuliskan. Awalnya, saya hanya ingin belajar mengenal karakter mereka. Sekalian mengasah kemampuan menulis mereka, dimulai dengan hal-hal sederhana, yaa tentang diri mereka sendiri saja. Lantas, saya berpikir, kenapa tak saya teruskan tulisan-tulisan mereka. Agar tak hanya saya yang membaca. Tak sedikit yang bisa menginspirasi. Justru saya yakin, semua kisah dan tulisan mereka bisa menginspirasi. Hanya perlu diberi sedikit arahan dan kepercayaan.

 

 Ini tulisan salah satu mahasiswa saya, semoga luas manfaatnya. Saya percaya, dengan menuliskannya kembali, sedikit meng-edit-nya dan membaginya sama juga dengan meluaskan gema mimpinya untuk didengar semesta, untuk didukung semesta. Ini baru mula, mimpinya pun memang belum jelas apa. Tak apa. Yang terpenting, harapan itu sudah ada. Pelan-pelan, dalam proses, semoga Ia banyak belajar. Lalu langkah-langkahnya terarah ke mimpi-mimpinya yang akan jadi nyata. In syaa Allah.)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *